Archive for June, 2010
Guru Demo demi Penghasilan

Beberapa hari yang lalu, saya melihat berita di televisi tentang demo yang dilakukan oleh para guru bantu yang menginginkan agar mereka dijadikan guru tetap karena mereka ingin mendapatkan uang tunjangan dan juga gaji yang lebih besar. Ini sungguh membuat saya sangat prihatin. Bagaimana tidak? Para guru demo karena mereka menginginkan penghasilan mereka lebih besar dan juga status mereka bisa naik sebagai Pegawai Negeri. Inilah salah satu contoh bobrok dan hancurnya sistem pendidikan di Indonesia. Para guru menginginkan penghasilan lebih, namun mereka melupakan tanggung jawab mereka sebagai guru. Yang ada dalam pikiran mereka adalah bekerja demi uang. Bukan demi membagi ilmu yang mereka miliki.
Hukum Indonesia hanya milik orang kaya

Sungguh mengecewakan keadaan negara kita yang hingga kini tidak pernah ada perubahan. Yang ada hanyalah kemunduran dan juga meningkatnya krisis kepercayaan terhadap pemerintah saat ini. Jika bicara soal hukum, maka yang terbesit dalam pikiran saya adalah ketidak adilan hukum yang ada di negara kita ini. Karena hukum hanya untuk menjerat mereka yang bersalah, namun tidak memiliki uang untuk membayar tebusan atau bahkan untuk menyuap para petugas hukum agar hukuman mereka bisa ringan. Banyak sekali contoh yang bisa kita ambil. Seorang koruptor bisa mendapatkan sel yang layak, serta mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan derajat mereka. Hukuman yang mereka terima juga sangat singkat. Padahal mereka telah merugikan banyak orang, serta merugikan negara. Namun mereka masih bisa menikmati uang haram yang mereka kumpulkan saat mereka masih bertugas, walaupun mereka berada dalam penjara. Mereka juga sanggup membayar para petugas hukum agar hukuman mereka ringan.
Keinginan berbagi ilmu bermanfaat

Sejak menjaga warnet milik teman saya, saya sering sekali menemukan pengguna warnet yang menggunakan akses internet yang ada disini hanya untuk facebookan, download video, nonton video youtube, bermain game, atau download Mp3. Saya sangat jarang menemukan mereka yang bisa benar-benar menggunakan akses internet yang ada pada warnet ini untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Hal ini membuat saya menjadi prihatin. Terlebih lagi saat warnet ini menggunakan DNS Nawala untuk memblokir situs-situs porno, para pengguna warnet ini semakin berkurang. Namun saat saya mengganti sistem operasi yang ada pada warnet ini, para pengguna akses internet pada warnet ini tidak mengalami penurunan seperti saat DNS Nawala pertama kali diaktifkan.
Persaudaraan dan Persahabatan melalui Sekte Saru

Sekte Saru, ya itulah kami sekumpulan manusia-manusia yang saru. Kami berinteraksi melewati batas-batas yang dianggap orang banyak adalah sebuah hal yang saru, tabu tak pantas bahkan terkesan “berteman dengan setan”. Kami berinteraksi dari Plurk, Twitter, Blog bahkan facebook dan beberapa jejaring sosial lain. Dan hanya di plurk lah kami Menjelma menjadi sekte saru, bukan karena kami munafik tapi lebih kepada “menghargai” orang lain. Hanya di plurk lah kami bisa berinteraksi secara tertutup, kalaupun ada yang menjadikan kami teman plurker lain, tentunya mereka itu sudah sadar bahwa tret atau timeline mereka akan menjadi penuh kesaruan dan itu mejadi tanggung jawab mereka masing-masing. Seperti petuah Ki Demang kepada kami “kami Saru? remove aja”.
Saru sendiri dalam artian orang jawa adalah hal-hal yang tidak pantas. Hal-hal itu bisa berupa tindakan, kelakuan, omongan, tingkah laku, bahkan hal-hal lain yang memalukan. Kami Sekte saru mencoba menabrak kesaruan itu, kami tembus pagar-pagar kesaruan itu, kami berusaha menjadikan persahabatan yang benar-benar tanpa batas, tanpa melihat identitas, tanpa melihat siapa saya siapa kamu, tidak ada selebritis, tidak ada yang merasa paling populer, tidak ada yang paling hebat, tidak ada yang merasa berpangkat, kami disini semua sama dan sederajat.
Dan sekte saru ini diuji pertama kali pada saat acara Sharing solo yang di adakan teman-teman dari bengawan. Di acara itu kami berkumpul dan membuktikan bahwa persahabatan kami yang terpisah jarak ratusan kilometer, yang setiap hari hanya bersaru ria lewat dunia maya, yang tidak pernah mengenal satu sama lain nya akhirnya terbukti memuaskan. Kami berbicara, bersenda gurau dan bersaru ria layaknya sekumpulan orang yang sangat dekat dan selalu bersama-sama. Semua gayeng, guyub, rukun dan sudah seperti saudara.
Seru Karena Saru, Saru Karena Seru
Untuk itu saya yang katanya Ketua Sekte saru mengucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman yang sudah menjadikan persahabatan ini benar-benar saru. Spesial terimakasih kepada :
Pak Marsudiyanto alias Pria Tjap Koepoe
Pradna Yang Malu sama Jenggotnya
Profijo pemilik Debog Airlines
Kyai Slamet Crot di dada crot di muka
Kang Totok Juragan Kambing Etawa
Segenap pasukan Sekte saru yang tidak bisa disebutkan namanya
Perlukah Handphone untuk anak SD

Pada perkemabangan zaman saat ini, handphone adalah suatu alat komunikasi yang bisa dikatakan wajib untuk kita miliki. Mulai dari SMS, MMS, EMS, telepon, video call, hingga email. Bahkan saat ini banyak sekali model dan type handphone yang beredar dipasaran. Mulai dari handphone low end, hingga handphone high end yang memiliki fitur yang tentunya sesuai dengan harganya. Berbagai provider handphone berlomba-lomba menarik konsumen mereka dengan berbagai fitur, kemudahan, dan juga harga yang tentunya bersaing. Bahkan, handphone cina yang cukup murah, bisa menyuguhkan berbagai macam fitur yang tentunya cukup menggiurkan. Namun, apakah kita perlu memberikan handphone kepada anak-anak SD atau bahkan anak-anak TK? Karena saat ini banyak sekali orang tua yang memberikan alat komunikasi tersebut kepada anak-anak mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar atau bahkan Taman Kanak-kanak.