Sebagai seorang muslim, saya merasa kurang nyaman jika melihat iklan yang menjual Adzan atau Shalawat. Menjual dalam artian di sini adalah Adzan dan Shalawat dijadikan ringtone handphone dan diiklankan untuk komersil. Bukankah Adzan adalah panggilan bagi umat muslim untuk melaksanakan shalat atau untuk menandai waktu shalat telah tiba? Sedangkan Shalawat adalah pujian kepada Allah SWT? Tapi mengapa semua ini dijadikan alat untuk mencari uang? Apakah mereka telah kehabisan ide atau sesuatu yang benar-benar layak untuk dijual? Saya bukannya terlalu berpikiran sempit atau hanya mementingkan akhirat. Tapi, ini adalah unek-unek saya saat melihat iklan-iklan tersebut. Semoga saja Allah SWT memberikan hidayah bagi mereka yang telah menjual Adzan dan Shalawat.

Random Posts

Tags

 
Loading...

7 Comments

  1. Harus kita lihat dari sisi manfaat dan mudhorot sob
    Untuk kasus ini mari kita tanyakan pada kang Arifin Ilham :D

    wassalam sobat jimbun

  2. Nah.. kayanya bener juga tuh kata om khai.. setidaknya, setiap yang kita kerjakan selalu memiliki sisi yang berbeda, tergantung kita melihat dari mana :)

    Salam kenal..
    *btw, namanya memang jimbun? mirip dengan nama salah satu schibukai di onepiece :D

  3. Memang rasanya ada yang aneh ya, semacam jual atas nama agama gitu, tapi ya terserah masing2 nya saja, karena benar salah yang tahu hanya Allah SWT
    kerja keras adalah energi kita

  4. omagus says:

    yang saya heran mereka sadar nggak yah telah menjualnya..!

  5. Estiko says:

    @Mengembalikan jati diri bangsa, bener juga, kan ada pakar yang lebih pandai yaitu Kang Arifin. Tar aku tanyain

  6. Estiko says:

    @Bisnis Pulsa ERAnet, saya cuma ingin mengutarakan isi hati saya saja. Jimbun hanya nama panggilan saja.

  7. omagus says:

    @omagus, tapi saya rasa mereka justru nggak menyadari akan hal itu..!

Leave a Comment

 




 

CommentLuv badge
 

Trackbacks