Jujur saja, saya hanyalah blogger pemula yang kurang mengetahui seni tentang blogging atau website. Saya juga kurang memahami tentang seni dari disable right click atau klik kanan yang dilarang didalam sebuah website atau blog. Yang saya tahu tentang klik kanan yag dilarang di sebuah blog adalah cukup merepotkan pengunjung seperti saya. Kebiasaan melihat artikel blog tersebut lebih dari satu, serta mengunjungi link yang ada dalam blog tersebut tanpa harus menutup blog yang saya kunjungi, adalah sebuah hal yang paling sering saya lakukan pada saat blog walking. Saat menemukan blog tersebut, maka saya lebih suka menutup tab yang berisi alamat blog tersebut, tanpa harus meninggalkan komentar lagi. Alasannya adalah karena saya kurang nyaman dengan blog yang melarang klik kanan.

Jika tujuan pemilik blog adalah melindungi isi konten blognya, maka saya rasa cara tersebut masih bisa ditembus oleh para pengunjung yang ingin melakukan copy terhadap artikel yang mereka kunjungi. Beberapa cara yang saya tahu tentang copy artikel dari blog yang melarang klik kanan adalah:

1. Blok semua tulisan dari blog yang melarang klik kanan, lalu tekan CTRL+C. Paste di notepad atau dokumen lain.
2. Save Page As. Sehingga halaman yang tersimpan bisa anda copy artikelnya tanpa harus khawatir dengan larangan klik kanan.
3. Karena fitur larangan klik kanan menggunakan javascript, bisa juga diatasi dengan disable fitur javascript yang ada di browser, terutama Firefox dan Flock.

Menurut saya, tetap saja pertahanan blog yang melarang klik kanan yang bertujuan melindungi artikelnya, bisa ditembus dengan cara yang cukup mudah. Atau jika perlu, buat saja blog yang melarang blok tulisan dan juga tidak bisa disimpan artikelnya biar lebih aman. Karena blog seperti itu, sangat menyusahkan bagi saya. Karena saya lebih suka dengan blog yang memiliki fitur apa adanya, tanpa harus melarang pengguna untuk klik kanan. amun semua ini tergantung kepada pemilik blog. Apakah tujuan larangan klik kanan tersebut untuk seni, atau memang untuk melindungi artikel yang ada didalam blognya. Namun bagi saya, entah itu untuk seni atau melindungi artikel blog yang mereka miliki, larangan klik kanan tetap saja menyusahkan dan tidak memiliki nilai seni, walaupun saya tidak begitu mengetahui seni dari blogging.