Guru Demo demi Penghasilan
Beberapa hari yang lalu, saya melihat berita di televisi tentang demo yang dilakukan oleh para guru bantu yang menginginkan agar mereka dijadikan guru tetap karena mereka ingin mendapatkan uang tunjangan dan juga gaji yang lebih besar. Ini sungguh membuat saya sangat prihatin. Bagaimana tidak? Para guru demo karena mereka menginginkan penghasilan mereka lebih besar dan juga status mereka bisa naik sebagai Pegawai Negeri. Inilah salah satu contoh bobrok dan hancurnya sistem pendidikan di Indonesia. Para guru menginginkan penghasilan lebih, namun mereka melupakan tanggung jawab mereka sebagai guru. Yang ada dalam pikiran mereka adalah bekerja demi uang. Bukan demi membagi ilmu yang mereka miliki.
Guru bagi saya adalah mereka yang membagi ilmunya. Baik ilmu yang baik, maupun yang buruk. Sebagai blogger, kita juga memiliki saat menjadi murid dan saat menjadi guru. Saat kita blog walking dan menemukan artikel yang membuat kita bertambah ilmu, serta informasi yang baru, kita sebagai murid. Namun saat artikel kita dibaca oleh orang lain, dan kita memberikan ilmu serta informasi kepada orang lain, maka kita sebagai guru. Seorang yang berprofesi sebagai guru, tentunya tidak akan pernah mengharapkan pamrih dalam bentuk materi, namun mereka akan berusaha memberikan ilmu yang mereka miliki tanpa pamrih. Keberhasilan muridnya dalam mencapai cita-cita dan juga keberhasilan dalam mendapatkan sesuatu yang besar, merupakan suatu kebanggaan bagi guru mereka. Guru yang benar-benar berjuang sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, kini semakin langka. Kebanyakan guru saat ini adalah pahlawan tanpa jasa, yang hanya mengincar status sebagai pekerja dalam dunia pendidikan, hanya mengikuti pakem yang ada dalam buku, serta mencari penghasilan dari pekerjaan tersebut.
Film Laskar Pelangi merupakan sindiran kepada guru yang hanya bekerja dengan status guru, naun tidak pernah bisa memberikan ilmu yang benar-benar mereka miliki. Guru saat ini hanyalah status pekerjaan, bukanlah profesi. Di Universitas yang tempat saya kuliah, banyak sekali mahasiswa yang mendaftar ke jurusan Pendidikan Guru, karena iming-iming gaji yang besar. Mereka tidak pernah bisa total dalam memberikan ilmu yang mereka miliki kepada muridnya. Ini sungguh membuat saya prihatin. Jika anda sebagai seorang guru, apakah anda menginginkan imbalan dalam bentuk materi atau uang kepada murid anda saat anda memberikan ilmu yang anda miliki kepada mereka? Jika anda menjawab ya, maka saya bisa menyebut anda sebagai pekerja, bukan berprofesi. Karena anda tidak akan pernah merasa ikhlas memberikan ilmu yang anda miliki kepada murid atau orang yang ingin belajar kepada anda, tanpa imbalan. Anda tidak layak disebut sebagai guru, jika anda melakukan hal tersebut.
Mereka yang memberikan ilmu dengan harapan mendapatkan imbalan dari mereka yang belajar kepadanya dalam bentuk materi, inilah yang menghancurkan sistem pendidikan yang kini telah bobrok dengan ilmu-ilmunya tidak update. Dengan kondisi pemerintah yang tidak pernah lagi memperhatikan pendidikan di Indonesia, guru-guru seperti mereka inilah yang menurut saya tidak layak memangku jabatan sebagai guru. Karena mereka hanya menginginkan penghasilan besar dari ilmu yang mereka miliki. Karena mereka tidak memiliki rasa ikhlas untuk membagi ilmu yang mereka miliki kepada murid mereka.
Related posts:
- Blogger; antara guru dan murid Bagi saya, seorang blogger bisa menjadi guru dan juga murid....
- Penjualan Bangku Sekolah Demi Uang Pendidikan di Indonesia kini semakin tercemar dan mungkin bisa dikatakan...
- Mengatasnamakan disiplin untuk melakukan kekerasan Kedisiplinan dalam dunia pendidikan adalah hal yang sangat wajib. Tidak...
- Kaum pelajar yang tidak pintar [caption id="attachment_916" align="alignleft" width="300" caption="Tawuran antar pelajar"][/caption] Pastinya kita...
- Kandidat tidak terpilih, demo mengubur badan Pemilihan Presiden kemarin, meninggalkan banyak kontroversi. Mulai dari masalah DPT,...
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
Guru wes ora isa diGugu lan dituRU
[Reply]
Estiko Reply:
June 29th, 2010 at 19:09
@hasssan, Lha saiki waGu tur saRu. Wagune kuwi lewih milih demo kenaikan penghasilan timbang demo perbaikan sistem pendidikan. Ra ikhlas gole aweh ilmu. Sarune kuwi saiki akeh guru mesum sing macak alim
[Reply]
wes tau entuk e mung sak mono, yo ra sah protes. Kalo ra senang yo metu ae golek penggawean lio. Ancene kui wong2 sing mendompleng nama besar guru
[Reply]
Memang sejak awal istilah yang dibuat salah yaitu PAHLAWAN TANPA TANDA JASA. Jadi sekarang kalau mau demo-demo gitu, bukannya membela ya tapi malah terkesan tidak sesuai dengan istilah tersebut kan. Kalau keadaannya seperti sekarang, siapa yang bisa disalahkan? Thanks…
Dwi Wahyudi´s last blog ..Sedikit Kisah Mengenai Tragedi Mandor Berdarah
[Reply]
yo wis, guru2 ne diwarai ngeblog bae…ben muncul rasa berbagi ilmu mereka
Pojok Pradna´s last blog ..Pertemuan itu…
[Reply]
Estiko Reply:
June 29th, 2010 at 19:05
@Pojok Pradna, Kuwi wis niate.
Estiko´s last blog ..Guru Demo demi Penghasilan
[Reply]
tersungging nihh,,,
bapak ibu kulo ngasto guru :(
ohdediku´s last blog ..AMICTA Horeee… Dapat 40 Juta…
[Reply]
Estiko Reply:
June 29th, 2010 at 19:00
@ohdediku, Maaf jika anda tersinggung. Namun saya tuliskan disini bahwa mereka yang tidak ikhlas memberikan ilmu yang mereka miliki kepada muridnya. Jika orang tua anda ikhlas memberikan ilmu kepada anak didik beliau serta tidak mengharapkan imbalan dari anak didik mereka, maka mereka yang saya sebut sebagai orang yang memiliki profesi sebagai guru.
Estiko´s last blog ..Guru Demo demi Penghasilan
[Reply]
mau gimana lagi … guru sekarang komersil
… jujur ajah, kalau mau kaya kenapa enggak jadi pedagang ajah? … dijamin kaya … kalau mau bekerja keras
…
gadgetboi´s last blog ..Atap enggak pulang beibeh -
[Reply]
Aku ora demo lho…
marsudiyanto´s last blog ..Istriku- Bionikku
[Reply]
guru kokon ngeblog bae mas….. tp ya piwe maning yah yen guru ora mangan nginung mengko ora gelem ngajar mbok…
nur ichsan´s last blog ..Funtion PHP for Upload File
[Reply]
jaman sekarang susah nyari guru yang bisa di gugu lan di tiru.
[Reply]
[...] Seperti pada saat mereka mendapat kunjungan dan para Kelompok petani binaan Pertamina banyumas kota asal salah satu teman dari sekte saru yaitu estiko, diperagakan cara membuat tiwul dari tanaman ini. Selain tiwul hasil pengolahan tanaman ini juga [...]
wah memprihatinkan ya.. mentalnya udah materialistis terus bukan mental pendidik lagi..
tapi pasti masih ada yang benar2 berdedikasi untuk mendidik (semoga saja)
‘Ne´s last blog ..Ketika Cinta Tak Sampai
[Reply]
singkatan GURU, di guGU lan ditiRU sudah tidak lagi berlaku….
itempoeti´s last blog ..PKS- Dari Eksklusif ke Inklusif Metamorphosa Ataukah Mimikri
[Reply]
dunia pendidikan kita sudah berubah menjadi industri…
maka tak heran jika semua orang sekarang ini hanya berpikir tentang uang…
Love4Live´s last blog ..Apa Yang Baru di openSUSE 113
[Reply]