Hari ini adalah hari Kesaktian Pancasila. Tanggal 1 Oktober. Tapi, apakah masih ada warga negara kita yang mengingatnya? 50 tahun yang lalu, para pahlawan Revolusi ditemukan di sumur tua di daerah Lubang Buaya setelah mereka tewas karena siksaan dari PKI pada tanggal 30 September 1959 atau terkenal dengan G30S PKI. Setelah 50 tahun, kini peringatan Hari Kesaktian Pancasila mulai berkurang. Setelah dulu saya menulis tentang “Sebagian Warga Negara Indonesia Tidak Hafal Pancasila”, kini saya mempertanyakan apakah Pancasila masih sakti walaupun kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila? Apakah kita masih ingat bagaimana perjuangan para pahlawan revolusi mempertahankan Pancasila dari para pemberontak yang ingin mengganti dasar negara kita? Pada masa orde baru, terdapat penataran P4 yang tentunya sangat bermanfaat untuk mengamalkan Pancasila. Tapi, kini semua telah berubah. Walaupun kita kini masih mempertanyakan apakah Pancasila masih sakti, tidak ada salahnya kalau kita menundukkan kepala dan mendoakan para pahlawan revolusi agar perjuangannya mempertahankan Pancasila tidak percuma dan sia-sia. Semoga saja Pancasila akan selalu menjadi dasar negara Indonesia dan para pemimpin dan seluruh warga negara kita bisa mengamalkan isi dari Pancasila. Semoga Negara Indonesia akan terus maju.

Incoming search terms for the article:

hari sakti pancasila,Latar Belakang Hari Kesaktian Pancasila,hari kesaktian pancasila