Sungguh mengecewakan keadaan negara kita yang hingga kini tidak pernah ada perubahan. Yang ada hanyalah kemunduran dan juga meningkatnya krisis kepercayaan terhadap pemerintah saat ini. Jika bicara soal hukum, maka yang terbesit dalam pikiran saya adalah ketidak adilan hukum yang ada di negara kita ini. Karena hukum hanya untuk menjerat mereka yang bersalah, namun tidak memiliki uang untuk membayar tebusan atau bahkan untuk menyuap para petugas hukum agar hukuman mereka bisa ringan. Banyak sekali contoh yang bisa kita ambil. Seorang koruptor bisa mendapatkan sel yang layak, serta mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan derajat mereka. Hukuman yang mereka terima juga sangat singkat. Padahal mereka telah merugikan banyak orang, serta merugikan negara. Namun mereka masih bisa menikmati uang haram yang mereka kumpulkan saat mereka masih bertugas, walaupun mereka berada dalam penjara. Mereka juga sanggup membayar para petugas hukum agar hukuman mereka ringan.

Sangat berbeda dengan rakyat kecil yang hanya mencuri beberapa potong pakaian, atau beberapa ekor ayam. Mereka mendapatkan hukuman yang cukup berat. Jika dipenjara, mereka akan mendapatkan siksaan yang dari para penegak hukum, atau bahkan dari preman yang ada dalam rumah tahanan tempat mereka mendekam. Atau yang paling sering adalah, para pencuri kecil tersebut mendapatkan hukuman dari masyarakat dan juga ada yang hingga mati karena tindakan masyarakat yang main hakim sendiri. Krisis kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan juga para penegaknya, membuat hukum saat ini kurang berharga bagi masyarakat. Karena hukum yang ada dinegara kita ini hanyalah milik mereka yang memiliki uang. Mereka yang memiliki uang, maka mereka bisa melenggang bebas tanpa tersentuh hukum sedikitpun, walaupun mereka telah melakukan tindak kejahatan yang cukup merugikan orang banyak dan juga negara.

Ketidak adilan ini juga menimpa seorang vokalis dari band Peterpan, Ariel. Dia dikenai hukuman 12 tahun penjara dengan pasal berlapis, karena beredarnya video mesumnya bersama Cut Tari, serta Luna Maya. Padahal video tersebut dibuat beberapa tahun yang lalu. Selain itu, beredarnya video tersebut merupakan pengalihan perhatian masyarakat terhadap kebusukan para kaum-kaum elite politik yang mulai terungkap. Setelah gagal dengan pengalihan perhatian menggunakan berita teroris, kini mereka berusaha untuk mengalihkan perhatian masyarakat dengan mengedarkan video mesum yang dibuat beberapa tahun lalu. Sungguh sebuah kejahatan dan juga kebohongan besar yang dilakukan pemerintah kita ini. Kebusukan yang berusaha mereka tutupi dengan hal yang merugikan orang lain. Masih pantaskah mereka memimpin negara ini dengan sebutan wakil rakyat? Padahal mereka hanya mengincar kekuasaan demi membesarkan perut mereka yang tidak pernah mengenal kenyang. Pantas saja Indonesia hingga saat ini masih Beta. Tidak pernah bisa berdiri dengan sempurna selama mereka yang busuk masih duduk manis didalam pemerintahan. Pantas saja hukum seperti anti-virus yang selalu memenjarakan mereka yang memiliki kesalahan kecil, namun membiarkan mereka yang lebih berbahaya berlenggang bebas diluar sana. Pantas saja Indonesia tidak pernah bisa merdeka, selama saudara-saudara sebangsa kita masih menjajah kita. Pantas saja kemiskinan dinegara kita ini selalu menjadi masalah utama yang tidak akan pernah selesai, selama mereka yang miskin hati masih duduk manis didalam pemerintahan kita.

Sebagai seorang generasi penerus bangsa yang menginginkan Indonesia bisa lebih baik, saya nyatakan saya menginginkan sebuah revolusi besar. Karena saya ingin negara yang saya cintai ini bisa lebih baik dan juga bisa lebih maju. Saya akan berusaha untuk melawan mereka yang busuk dengan apa yang saya miliki, demi masa depan Indonesia yang lebih baik lagi. Saya tidak akan diam begitu saja tergilas roda sejarah yang kejam, karena saya menginginkan Indonesia benar-benar Merdeka.

REVOLUSI

Incoming search terms for the article:

ketidakadilan hukum bagi orang miskin,contoh kasus ketidakadilan hukum di indonesia,makalah ketidakadilan hukum di indonesia