Berasal dari desa, namun tidak pernah melupakan kebiasaanya sebagai orang desa. Bahkan selalu berusaha agar tidak pernah melupakan asalnya. Inilah yang membuat saya bangga memiliki seorang ayah seperti beliau. Seorang ayah tauladan yang selalu berusaha mendidik anak-anaknya agar  tetap memiliki sifat sederhana dan juga bisa hidup dengan kesederhanaan. Hal yang paling membuat saya bangga adalah, beliau selalu berusaha tampil apa adanya, walaupun beliau adalah seorang Kepala Bendahara Umum di KPPN Prima (KPPN Percontohan). Inilah yang membuat saya selalu betah untuk tinggal di sebuah desa kecil di Kemranjen. Dengan keadaan yang cukup sederhana, dan tidak membedakan antara kaya dan miskin, serta bisa bergaul dengan orang-orang desa yang kebanyakan GAPTEK.

Foto diatas merupakan sebuah kegiatan rutin yang kami lakukan, saat ayah saya sedang berada di rumah. Berkebun, itulah yang sangat sering kami lakukan, selain membuat emping mlinjo asli sebagai salah satu usaha offline yang kami jalani. Kali ini, foto yang saya tampilkan adalah kegiatan menanam bibit durian yang telah kami buat. Dengan menyewa tanah milik saudara, kami menanam bibit durian yang selama ini kami buat dari cara menyambung, sebagai salah satu aset yang akan menjadi sebuah usaha nyata saat ayah saya pensiun. Bibit durian yang kami tanam disini hanya setinggi 30 cm dan juga masih sangat muda.

Cara menanam bibit durian yang kami lakukan sangat mudah. Berikut ini cara menanam bibit durian yang kami lakukan:

  1. Siapkan lahan dan juga bibit yang akan ditanam. Untuk lahan, usahakan tanahnya telah gembur dan juga cukup air.
  2. Setelah lahan dan bibit siap, berikan lubang sedalam sekitar 20 cm serta sebesar polybag dari bibit. Beri jarak 50 cm antar lubang.
  3. Buka plastik polybag bibit dengan hati-hati. Usahakan tanah dari polybag bibit tidak hancur.
  4. Tanam bibit kedalam lubang yang telah disediakan. Untuk penanamannya, usahakan bisa sejajar.
  5. Siram dengan air secukupnya jika telah selesai.

Kegiatan ini sangat menyenangkan, karena saya bisa melakukannya bersama dengan ayah dan ibu saya. Sangat jarang kami bisa melakukan hal seperti ini.

Seharusnya, artikel ini saya terbitkan beberapa minggu yang lalu. Namun karena kesibukan dan juga banyaknya artikel yang berada di otak saya, membuat artikel ini baru saya terbitkan sekarang. Bagi para sahabat yang ingin belajar menyambung bibit durian, serta menanamnya, silahkan mampir kerumah saya di Alasmalang RT 01 RW 05 Kemranjen, Banyumas. Atau ingin belajar membuat emping asli dari mlinjo, silahkan saja menghubungi saya di 085726268262. Saya tunggu kedatangan para sahabat.

Catatan: maaf  jika artikel ini membingungkan dan juga berat.

Incoming search terms for the article:

cara menanam durian,cara berkebun durian,menanam durian