Judul artikel di atas merupakan kenyataan bahwa salah satu mata pencaharian warga negara Indonesia adalah sebagai pemburu atau TKI di negeri tetangga. Karena, lebih dari 2 juta orang warga negara kita bekerja sebagai TKI. Sehingga bisa saya katakan sebagai pemburu. Mereka menganggap bahwa negeri seberang akan bisa memberikan kemakmuran dan juga harta yang bisa untuk mencukupi kehidupannya. Tapi, bukankah di Indonesia juga bisa demikian? Tapi, yang menjadi permasalahannya adalah anggapan bahwa negara kita belum bisa memberikan kemakmuran secara merata. Mungkin ini benar, karena lebih dari 5% warga negara kita hidup dalam garis kemiskinan, bahkan bisa dikatakan di bawah garis kemiskinan. Ini merupakan salah satu PR bagi pemimpin rakyat dan juga wakil rakyat yang ada di gedung parlemen. Kembali ke judul, banyak orang menganggap kerja di luar negeri itu enak. Tapi kenyataannya, sebagian besar TKI bekerja sebagai pembantu rumah tangga di negeri orang. Mereka rela meninggalkan keluarganya selama beberapa tahun untuk menjadi pembantu rumah tangga. Tapi, banyak pula kasus yang menimpa mereka. Mulai dari penyiksaan, gaji tidak dibayar, hingga pembunuhan. Tapi, ini tidak pernah membuat mereka jera ataupun berpikir untuk mencoba mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka untuk berwiraswasta. Apalagi sekarang sudah banyak bantuan dari pemerintah untuk usaha kecil. Semoga saja ini tidak akan menjadi budaya yang akan terus berkembang hingga generasi berikutnya.