Sebagai generasi penerus Negeri yang kita cintai ini, melestarikan kebudayaan daerah adalah hal yang menjadi sebuah tanggung jawab yang cukup berat untuk dipikul. Terlebih lagi, banyaknya generasi muda yang dengan mudah melupakan kebudayaan daerahnya, dan menggantinya dengan kebudayaan asing, membuat kebudayaan daerah banyak yang diklaim oleh negara lain. Seperti batik, angklung, lagu rasa sayange, rendang, reog ponorogo serta beberapa kebudayaan daerah lain yang diklaim oleh negara tetangga kita tersebut.

Yang membuat saya menjadi sedikit kecewa dengan para generasi penerus negeri ini adalah keengganan mereka untuk mempelajari budaya daerahnya, namun lebih semangat dalam mempelajari kebudayaan luar. Bahkan, semangat belajar kebudayaan daerah, semangat para turis mancanegara lebih tinggi daripada para pemuda sekarang. Oleh karena itulah kebudayaan daerah kita bisa dengan mudah diklaim oleh negara lain. Setelah diklaim, maka semangat para pemuda untuk berperang dengan negara tersebut mulai tersulut. Seperti kasus klaim kebudayaan kita oleh Malaysia, para pemuda yang aktif didunia internet, banyak yang menuliskan tentang Malaysia yang dituding sebagai maling atau pencuri. Sementara saat kebudayaan tersebut bisa diambil kembali, semangat mempertahankan kebudayaan tersebut yang telah dicuri dengan belajar, hilang tidak berbekas.

Hal inilah yang membuat banyak kebudayaan daerah yang mulai hilang. Hanya beberapa saja yang mampu mempertahankannya hingga sekarang. Sementara, kebudayaan luar yang seharusnya menjadi kebudayaan tambahan bagi para generasi penerus, kini semakin menguat sehingga bisa dikatakan menjadi kebudayaan utama bagi para generasi penerus. Hal ini berbanding terbalik saat mereka mempertahankan kebudayaan tersebut saat diklaim oleh negara lain. Itulah alasan saya mengapa saya bisa menuliskan artikel ini. Kebudayaan daerah yang kini semakin punah. Mungkin suatu saat, generasi penerus kita, akan melihat kebudayaan daeerahnya dinegara lain. Semua karena kita semakin enggan untuk empertahankan kebudayaan kita dengan mempelajarinya, serta mengajarkan kepada generasi penerus kita. Kita lebih bersemangat mengajarkan kebudayaan kita kepada para turis mancanegara.

Sebagai generasi penerus negara ini, marilah kita lindungi kebudayaan daerah kita agar tidak diklaim kembali oleh negara-negara lain yang tidak bertanggung jawab. Marilah kita lestarikan kebudayaan kita agar tidak akan punah. Ajarkanlah kebudayaan daerah yang posotif kepada anak cucu kita, agar kebudayaan kita akan selalu ada.

Incoming search terms for the article:

artikel kebudayaan daerah,Kebudayaan daerah