Memilih bahasa untuk anak sangatlah penting. Terlebih jika anda tinggal di daerah yang behasa daerahnya sangat kuat. Tulisan ini hanyalah sebuah catatan pribadi saja tentang pemilihan bahasa bagi anak oleh orang tuanya. Bagi saya yang tinggal di sebuah desa di daerah Kemranjen, Banyumas, bahasa jawa ngapak (K dibelakang sebuah kata sangat kuat) sebagai bahasa sehari-hari, saya sering sekali heran dengan orang tua masa kini. Bagi anda yang tinggal di sebuah daerah yang sering menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama untuk percakapan sehari-hari, mungkin saya tidak akan heran. Namun, bagi saya yang sering tinggal di kota, melihat orang tua di desa mengajari anaknya yang masih balita dengan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Terlebih lagi, orang tuanya tidaklah sempurna dalam penguasaan bahasa Indonesianya. Ini yang membuat saya heran.

Yang menjadi pikiran saya, bagaimana perkembangan anak jika dilepas dalam kehidupan sosial masyarakat desa saya yang menggunakan bahasa jawa ngapak dalam percakapan sehari-hari. Beberapa kemungkinan akan muncul saat anak tersebut ditanya oleh seseorang menggunakan bahasa jawa halus atau Krama. Kemungkinan pertama, si anak akan diam saja karena tidak tahu, kemungkinan kedua, si anak akan menjawab dengan bahasa Indonesia jika dia tahu, atau kemungkinan ketiga, si anak akan menjawab dengan bahasa jawa yang Ngoko. Kemungkinan lain akan muncul seiring pertumbuhan anak. Terlebih, kemampuan mengingat dan menirukan dari seorang balita, sangat tinggi. Oleh karena itu, perkataan seseorang dalam kehidupan sosial akan ditangkap oleh si anak. Entah itu perkataan kasar atau perkataan baik. Karena, tidak semua orang akan selalu berkata baik, walaupun berada di depan seorang anak kecil yang dengan mudah akan menirukan apa yang diucapkannya.

Pemilihan bahasa yang akan kita ajarkan kepada anak kita, sangatlah penting. Bagi anda yang tinggal di daerah yang menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa utama dalam percakapan, lebih baik jika anda mengajarkan bahasa kromo inggil kepada anak-anak anda. Karena, dengan mengajarkan bahasa kromo inggil, maka kita juga mengajarkan tata krama dan sopan santun dalam berbahasa dengan orang yang lebih tua. Inti dari postingan ini adalah, kita harus bisa memilih bahasa yang halus dan sopan untuk kita ajarkan kepada anak-anak kita. Selain itu, kita juga harus menjaga tata bicara kita saat berhadapan dengan anak kita. Berhubung saya belum menikah dan belum memiliki anak, maka saya engajarkan cara ini kepada keponakan saya yang masih kecil.