Deface Blog orang

Entah berapa kali saya berurusan dengan para cracker atau hacker jahil yang merubah ampilan beberapa blog saya. Tentu saja hal seperti ini membuat saya merasa lelah. Dalam dua hari ini saja, saya sudah melakukan beberapa kali pengembalian tampilan beberapa blog milik saya. Mulai dari tampilan blog pribadi, hingga tampilan blog yang saya gunakan untuk mencari uang. Sungguh menyebalkan dan juga menjengkelkan. Bahkan, blog Next Jimbun Punya, sampai beberapa kali harus reset password karena password blog saya tersebut diganti oleh orang-orang jahil yang berusaha mengganggu ketenangan blogging saya. Yang selalu menjadi pertanyaan, apa tujuan mereka melakukan hal tersebut? Apakah akan membuat mereka merasa hebat atau terkenal?
Blogger; antara guru dan murid

Bagi saya, seorang blogger bisa menjadi guru dan juga murid. Seorang blogger bisa saya katakan sebagai guru, saat blogger tersebut memberikan ilmu yang dimiliki olehnya melalui artikel-artikelnya, serta dicari dan dibaca oleh mereka yang membutuhkan ilmu tersebut. Secara tidak langsung, blogger memiliki profesi sebagai seorang guru. Profesi yang dijalani oleh mereka dengan ikhlas, tanpa harus meminta imbalan bayaran kepada mereka yang telah mengunjungi blognya, serta mendapatkan ilmu dari blog mereka. Keikhlasan untuk membagi ilmu yang mereka miliki, tentu saja akan membuat para pengunjung blog mereka bisa memanfaatkan ilmu yang telah mereka ajarkan. Baik ilmu tentang hal yang positif, atau ilmu tentang hal yang negatif. Bagi saya, seorang blogger non komersil yang sering memberikan ilmu yang bermanfaat dengan ikhlas, tanpa engharapkan imbalan dari pengunjung blog mereka adalah guru yang patut untuk ditiru. Sangat berbeda dengan guru yang saat ini lebih mementingkan penghasilan, daripada rasa ikhlas untuk membagi ilmu mereka kepada muridnya.
Guru Demo demi Penghasilan

Beberapa hari yang lalu, saya melihat berita di televisi tentang demo yang dilakukan oleh para guru bantu yang menginginkan agar mereka dijadikan guru tetap karena mereka ingin mendapatkan uang tunjangan dan juga gaji yang lebih besar. Ini sungguh membuat saya sangat prihatin. Bagaimana tidak? Para guru demo karena mereka menginginkan penghasilan mereka lebih besar dan juga status mereka bisa naik sebagai Pegawai Negeri. Inilah salah satu contoh bobrok dan hancurnya sistem pendidikan di Indonesia. Para guru menginginkan penghasilan lebih, namun mereka melupakan tanggung jawab mereka sebagai guru. Yang ada dalam pikiran mereka adalah bekerja demi uang. Bukan demi membagi ilmu yang mereka miliki.
Hukum Indonesia hanya milik orang kaya

Sungguh mengecewakan keadaan negara kita yang hingga kini tidak pernah ada perubahan. Yang ada hanyalah kemunduran dan juga meningkatnya krisis kepercayaan terhadap pemerintah saat ini. Jika bicara soal hukum, maka yang terbesit dalam pikiran saya adalah ketidak adilan hukum yang ada di negara kita ini. Karena hukum hanya untuk menjerat mereka yang bersalah, namun tidak memiliki uang untuk membayar tebusan atau bahkan untuk menyuap para petugas hukum agar hukuman mereka bisa ringan. Banyak sekali contoh yang bisa kita ambil. Seorang koruptor bisa mendapatkan sel yang layak, serta mendapatkan fasilitas yang sesuai dengan derajat mereka. Hukuman yang mereka terima juga sangat singkat. Padahal mereka telah merugikan banyak orang, serta merugikan negara. Namun mereka masih bisa menikmati uang haram yang mereka kumpulkan saat mereka masih bertugas, walaupun mereka berada dalam penjara. Mereka juga sanggup membayar para petugas hukum agar hukuman mereka ringan.
Keinginan berbagi ilmu bermanfaat

Sejak menjaga warnet milik teman saya, saya sering sekali menemukan pengguna warnet yang menggunakan akses internet yang ada disini hanya untuk facebookan, download video, nonton video youtube, bermain game, atau download Mp3. Saya sangat jarang menemukan mereka yang bisa benar-benar menggunakan akses internet yang ada pada warnet ini untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Hal ini membuat saya menjadi prihatin. Terlebih lagi saat warnet ini menggunakan DNS Nawala untuk memblokir situs-situs porno, para pengguna warnet ini semakin berkurang. Namun saat saya mengganti sistem operasi yang ada pada warnet ini, para pengguna akses internet pada warnet ini tidak mengalami penurunan seperti saat DNS Nawala pertama kali diaktifkan.