Mungkin artikel ini terlalu pedas atau mungkin juga akan membuat saya mendapatkan masalah. Tapi, saya tidak takut untuk menerima akibat dari tulisan saya ini. Ini adalah curahan hati saya tentang sistem hukum di negara kita. Mungkin bisa dikatakan kalau hukum di negara kita ini masih tidak adil. Karena masih membedakan antara kaya dan miskin. Sebagai contoh, seorang pencuri bisa dipenjara selama lebih dari 3 tahun dan juga mendapatkan siksaan dan sel tahanan yang apa adanya. Tapi, seorang koruptor bisa dipenjara selama kurang dari 2 tahun dan mendapatkan perlakuan yang istimewa dari pihak LAPAS. Atau seorang pengguna narkoba mendapatkan hukuman lebih dari 2 tahun karena terbukti menggunakan narkoba. Tapi, seorang artis hanya dihukum selama 7 bulan karena hal yang sama. Apakah ini yang disebut dengan keadilan. Bukankah dalam Pancasila disebutkan dalam Sila ke-5 yang menyebutkan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tapi, mengapa sila ke-5 ini masih belum bisa dijalankan dengan benar? Seorang pencuri kecil mungkin hanya merugikan sedikit orang, tapi menanggung masa tahanan yang cukup lama. Sementara para koruptor merugikan orang banyak, bahkan merugikan negara, tapi mendapatkan hukuman yang ringan dan juga perlakuan istimewa. Dimana keadilan di negara kita ini? Apakah ini yang disebut merdeka? Jika seperti ini, kita sama saja masih dijajah, dijajah oleh bangsa sendiri. Mungkin tulisan ini terlalu menyudutkan para penegak hukum. Tapi, inilah yang sebenarnya masih sering terjadi dan mungkin ini adalah salah satu penyakit yang tentunya harus diobati. Tapi, hingga saat ini, belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Sebagai warga negara Indonesia yang peduli dengan nasib bangsa ini, saya selalu berharap semua sila yang ada dalam Pancasila bisa diamalkan dengan baik dan benar oleh semua warga negara kita.

Incoming search terms for the article:

perbedaan kaya dan miskin,perbedaan miskin dan kaya,perbedaan kaya dan miskin di indonesia