Beberapa bulan yang lalu, saya mendapatkan sebuah artikel dari sebuah koran.
Artikel ini berisi tentang survey yang dilakukan pada sebagian warga negara
Indonesia. Saya sungguh kaget ketika membaca artikel ini. Sebagian warga negara
kita ini, tidak hafal Pancasila. Bukankah Pancasila adalah dasar negara kita?
Hasil dari survey tersebut adalah:

90,8% hafal sila pertama, namun saat dilanjutkan, sedikitnya 27,8% lupa isi
sila kedua, 23,8% lupa isi sila ketiga, 30,2% tidak ingat sila keempat, 28,8%
lupa bunyi sila kelima. Ini sungguh memprihatinkan. Karena, jika tidak hafal
Pancasila, bagaimana untuk menghayati dan juga memahaminya.

Indoktrinasi Pancasila yang dilakukan oleh pemerintahan Orde Baru selama 32
tahun ternyata tidak banyak menyentuh pemahaman publik atas dasar negara
Indonesia. Pancasila lebih banyak dimaknai sebagai konsepsi dan alat politik
penguasa. Pemaknaan baru selama Orde Reformasi, di satu sisi juga memperlemah
memori publik tentang dasar negara ini.

Bukankah sangat menyedihkan jika peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap
tahun mengalami perubahan makna pada setiap rezim yang berkuasa? Apakah benar
hingga saat ini Pancasila masih sakti? Sebagai generasi penerus, tentunya kita
harus bisa untuk mengembalikan jati diri bangsa kita. Pancasila adalah dasar
negara yang harus kita jaga dan amalkan. Semoga pada pemerintahan yang baru,
Pancasila akan menjadi Sakti kembali.

Dikutip dari â??Jajak Pendapat Kompasâ?