2009
10.19

Tulisan ini hanya sekedar ungkapan hati saya. Ungkapan rasa bangga pada seseorang yang selalu menjadi panutan saya. Beliau adalah ayah saya. Kesederhanaan yang beliau tunjukkan selalu membuat saya bangga. Menjadi pegawai di Departemen Keuangan adalah impian dari banyak orang. Apalagi jika terpilih untuk bekerja di sebuah kantor yang menjadi percontohan. Walaupun hanya sebagai seorang KASUBAG UMUM, tapi sosok kesederhanaan yang selalu beliau tunjukkan, menjadi hal yang paling membuat saya bangga. Beliau tidak pernah berusaha untuk tampil mewah walaupun gaji yang beliau dapatkan bisa dikatakan tidak sedikit. Mungkin untuk pejabat lain, jika mendapatkan gaji yang sama akan tampil mewah. Selain itu, hal yang sangat membuat saya bangga adalah keuletan dan kejujuran beliau. Beliau selalu mengatakan pada anak-anaknya, mending berhutang daripada mengambil atau melakukan tindakan korupsi. Walaupun gaji yang didapatkannya terbilang besar, tapi hutang beliau juga tidak sedikit. Selain itu, beliau juga tidak pernah malu untuk membantu ibu saya berdagang. Walaupun beliau menjabat, tapi beliau tidak malu untuk menawarkan dan membawa dagangan dari rumah ke kantor. Selain itu, hal yang paling sering beliau lakukan di rumah bukanlah hanya bersantai. Tapi beliau selalu menyibukkan diri untuk melakukan kegiatan berkebun. Maklum, kami tinggal di desa, jadi berkebun adalah hal yang selalu kami lakukan bersama saat berkumpul. Pakaian yang beliau kenakan saat pulang tidaklah mewah. Beliau selalu mengenakan pakaian yang sangat sederhana, tidak mencerminnkan sebagai seorang pejabat. Kedekatannya pada anak-aanaknya, bagai seorang sahabat. Beliau sangat demokratis dalam menentukan pilihan dari anak-anaknya. Tidak pernah memaksakan kehendaknya pada semua anak-anaknya untuk menekuni sebuah bidang yang beliau inginkan. Apa yang menjadi pilihan anaknya, tentu akan disetujui asalkan baik dan juga benar. Sebuah pertanyaan saya pada diri saya sendiri, apakah saya bisa mengikuti jejaknya dalam sifat dan juga pribadinya? Karen, saya termasuk seorang anak yang paling sering menyakiti hati beliau. Untuk ayah, maafkanlah semua kesalahanku. Semoga engkau selalu diberikan kesehatan dan juga selalu berada di jalan-Nya. Engkau adalah seorang panutan yang akan selalu menjadi idola bagi anak-anakmu.

  • Share/Save/Bookmark

Related posts:

  1. Tips Sederhana Agar Tanaman Tetap Segar Selain memiliki hobi ngeblog, salah satu hobi saya adalah bercocok...
  2. Susah jadi anak indigo Menjadi anak indigo tidaklah mudah. Karena tidak semua orang mau...
  3. Jurus Aji Mumpung Artis Indonesia Menjadi orang terkenal, apapun bisa menghasilkan uang. Inilah yang sedang...
  4. Saat Kesenjangan Sosial Kembali menjadi momok Saat melihat berita pagi ini tentang kemewahan sebuah penjara para...
  5. Mbah Surip Meninggal Dunia seni di Indonesia berduka. Karena kehilangan sosok mbah Surip....

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

11 comments so far

Add Your Comment
  1. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    salut buat ayahnya..!

    [Reply]

  2. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    @omagus, eh pertamax toh…!

    [Reply]

  3. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    sekalian keduax…!
    memang sekarang ini sangatlah sulit mencari seorang sosok untuk kita jadikan panutan..! bersyukurlah mas punya ayah seperti beliau..!
    salam hormat..!

    [Reply]

  4. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    alangkah bangga dan bahagianya memiliki sosok panutan seperti Sang Bapak.
    Teruslah berkarya karena Kerja Keras adalah energi kita

    [Reply]

  5. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    wih, senangnya punya seperti itu…kapan2 saya dikenalke, ya mas :D

    [Reply]

  6. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    @Pradna, yup. tar kalo main kerumah, bakal aku kenalin

    [Reply]

  7. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    semoga semakin banyak pejabat seperti beliau… :D

    [Reply]

  8. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    @omagus, nunut pertamax

    [Reply]

  9. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    Wah ku no coment deh… gak punya kenangan sama bapak hehehe

    [Reply]

  10. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    @Estiko Aji Saputro, dikenalin ke aku donk hehehe

    [Reply]

  11. menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    semoga ayah tetap istiqomah..! amin.!

    [Reply]

CommentLuv Enabled

Switch to our mobile site